Penjelasan Materi TKB (Tes Kompetensi Bidang) Ujian CPNS

Penjelasan Materi TKB (Tes Kompetensi Bidang) Ujian CPNS - Salam sejahtera, dalam kesempatan kali ini, Blog Pendidikan sedikit berbagi tentang isi dari materi TKB (Tes Kompetensi Bidang) Ujian CPNS, sebagaimana telah diatur dalam PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL. 
Tes CPNS  yang akan dilaksanakan pada bulan november 2013 salah satu materi yang akan dimuat dalam ujian tertulis CPNS 2013 adalah Tes Kompetensi Bidang yang dikenal dengan istilah TKB. 
TKB dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan/atau keterampilan peserta ujian yang berkaitan dengan kompetensi jabatan atau pekerjaan. Dalam menyusun materi soal TKB harus disesuaikan dengan formasi jabatan atau pekerjaan. Dengan demikian, materi soal TKB untuk jabatan yang satu berbeda dengan jabatan yang lain. 
PPK Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan soal TKB untuk lowongan formasi jabatan fungsional tertentu berdasarkan materi ujian yang disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional tertentu.

Penjelasan Materi TKB (Tes Kompetensi Bidang) Ujian CPNS

Contoh:
1) Bagi pelamar Guru Matematika, materi ujian pengetahuan substansi yang berkaitan dengan pendidikan matematika, disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional Guru.
2) Bagi pelamar profesi Dokter, materi ujian pengetahuan substansi yang berkaitan dengan kedokteran, disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional Dokter.
3) Bagi pelamar Penyuluh Pertanian, materi ujian pengetahuan substansi yang berkaitan dengan pertanian, disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional Penyuluh Pertanian.
PPK Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota menyiapkan materi ujian dan menetapkan soal TKB untuk lowongan formasi jabatan fungsional umum.

Pelaksanaan TKB (Tes Kompetensi Bidang)
Pelaksanaan TKB pada instansi Pusat dan Provinsi/Kabupaten/ Kota diselenggarakan oleh masing-masing PPK, sedangkan untuk Kabupaten/Kota dikoordinasikan oleh Gubernur selaku Wakil Pemerintah. TKB dilakukan secara tertulis sesuai dengan lowongan formasi jabatan. Di samping itu dapat dilakukan tes psikologi lanjutan, wawancara, atau ujian praktek.

Contoh ujian praktek:
1) Untuk jabatan di bidang SAR harus memiliki kemampuan berenang dan mendaki gunung.
2) Untuk jabatan Pranata Komputer harus memiliki kemampuan mengoperasionalkan dan atau membangun aplikasi komputer.