Adab Jima dan Cara Berhubungan Intim Suami Isteri dalam Islam

Tags

Sebelumnya kita akan membahas sedikit arti kata "Jima". Secara bahasa Al-Jima’ adalah apa-apa yang mengumpulkan suatu jumlah. Adapun definisi 'Jima' yaitu memasukan kemaluan laki-laki (dzakar) kedalam kemaluan wanita, dan memasukkan kepala dzakar itu sudah termasuk jima’.
Adapun hal-hal yang dilakukan oleh suami isteri sebelum jima’, maka itu disebut pendahuluan jima’, dan tidak boleh jima’ kecuali pada kemaluan wanita, dan jika terjadi masuk lewat dubur, maka tidak disebut jima’, tetapi penyelewengan yang disebut ‘liwath’.
Jima yang dilakukan dengan cara halal yaitu yang dilakukan suami terhadap isterinya atau budaknya (bila ada budak). Maka bersenang-senang dengan isterinya atau budaknya itu halal, bahkan bagi suami-isteri tersebut mendapat pahala dalam memenuhi syahwatnya. Firman Allah SWT :

("Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Dan barangsiapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah yang melampaui batas") Al-Mu’minun : 5 – 7

Maknanya : tidak tercela dan tidak berdosa atas orang mukmin dalam melampiaskan syahwatnya terhadap isteri atau budak-budak yang dimiliki secara sah. Bagi orang yang meninggalkan yang halal dan pergi ke yang haram, maka orang tersebut akan di adzab, dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Telah datang hadits tentang Isra’ Mi’raj bahwa Nabi SAW berjalan bersama malaikat Jibril AS di malam itu, beliau melewati suatu kaum yang di depannya ada daging yang masak dan baik di sebuah periuk, dan daging yang mentah dan buruk, akan tetapi dia memakan daging yang jelek dan bau dan meninggalkan daging yang segar dan masak. Maka Nabi  bertanya : “Apakah ini wahai Jibril?” Jibril menjawab : ” Mereka adalah laki-laki dari ummatmu yang ada di sisinya isteri yang halal dan baik, lalu laki-laki itu mendatangi perempuan yang jelek, kemudian dia bermalam bersamanya sampai pagi dan perempuan yang ada di sisinya suami yang halal dan baik kemudian mendatangi laki-laki yang jelek dan bermalam dengannya sampai pagi”.
Adab Jima dan Cara Berhubungan Intim Suami Isteri dalam Islam
Islam sudah mengatur segalanya, dan kita diciptakan untuk berpasang-pasangan dan hidup secara sah sebagai pasangan suami/isteri. Islam telah mengatur bagaimana Adab Jima dan Cara Berhubungan Intim Suami Isteri dalam Islam :
1. Memilih Hari dan Waktu yang baik / sunnah  untuk jima’
2. Siapkan ruangan atau kamar tempat 'berhubungan' dengan baik. Sebaiknya ruang tertutup, bebas dari intipan dan tidak menimbulkan suara yang berisik.
3. Kedua belah pihak sebaiknya jangan sampai melepaskan pakaian.
4. Kedua pasangan sebaiknya membersihkan diri terlebih dahulu.
5. Sebaiknya sholat sunnah 2 rakaat sebelum jima’
6. Menggunakan parfum yang disukai suami/ isteri sebelum jima’
7. Berwudhu sebelum berhubungan badan.
8. Saat mendatangi isteri ucapkanlah salam sebagai rasa kasih sayang.
9. Setelah salam dijawab dan sebelum memulai hendaknya suami mengucapkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW seraya membelai rambut isteri.
10. Anda sudah bisa memulai berhubungan intim.
11. Dan apabilasudah mencapai puncaknya dan suami hendaknya bersabar untuk terus mendampingi istri menyelesaikan hajatnya karena kebanyakan perempuan agak lama mendapatnya.
Terima kasih semoga bermanfaat. jika ada yang keliru dari penjelasan ini mohon dikoreksi