Karena Pendidikan Salah Arah Anak SMP Bikin Video Porno

Kalau sudah begini apa yang hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur, dalam jangka waktu sebulan hampir 5 kasus serupa terjadi di kalangan pelajar yang mencuat kepermukaan, mungkin masih banyak lagi kejadian-kejadian serupa yang melibatkan pelajar diluar sana yang tidak sempat terendus oleh media, wah...ternyata perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan sikap, karakter anak didik, siapa yang disalahkan Sistem Pendidikan kita, Orang Tua atau Lingkungan. Video mesum pelajar di sebuah SMP di Jakarta kembali menghebohkan dunia pendidikan tanah air. Pembuatan video porno yang dilakukan di ruang kelas mengundang prihatin banyak pihak termasuk Komisi  Perlindungan Anak Indonesia (KPAI ). Komisioner KPAI M. Ihsan berpendapat, para pelajar SMP dalam video itu sebetulnya menjadi korban dari  pendidikan yang tidak terarah.

"Kata Bang HAJI" SUNGGUH TERLALU...!
“Anak-anak  ini korban karena mereka meniru dari berbagai tontonan. Mereka korban karena tidak mendapat pemahaman yang baik dari sekolah dan orangtua serta keluarganya bahwa apa yang mereka tiru itu salah,” ujar Ihsan.
Menurut Ihsan, pelajar berbuat demikian karena mereka terlalu banyak menyerap informasi tanpa disortir terlebih dulu. Terutama dari media sosial dan berbagai situs berbau seks di internet.  Ia menduga, belum semua pelajar memahami bahwa seks bebas tidak dibenarkan.
“Dia lakukan itu karena dia tidak paham bahwa yang dilakukannya itu salah. Ini karena lemahnya sistem proteksi terhadap anak dari hal-hal tersebut,” sambung Ihsan.
Ihsan menyatakan larangan untuk membawa handphone berkamera di sekolah bukanlah cara terbaik untuk mencegah anak membuat video mesum dan seks bebas.  Sekolah dan orangtua, tuturnya, yang harus memperbaiki cara mendidik anak.
“Di sekolah handphone dilarang, tapi di luar sekolah mereka lakukan juga sama saja. Pelarangan handphone itu kurang signifikan. Lebih baik ubah cara mendidik anak agar memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” tandas Ihsan.