Keperawanan Jadi Syarat Seleksi Calon PNS IPDN

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mensyaratkan keperawan atau hymen intact (keutuhan selaput dara) pada perempuan. "Memang ada juknis (petunjuk teknis)-nya yang mengacu kepada surat edaran Mendagri untuk tes HIV, keperawanan, dan lainnya," kata Sekretaris Tim Seleksi Kesehatan CPNS Calon Praja IPDN di wilayah NTB dr Lalu Fikri ketika dimintai konfirmasi di Mataram.
Tim Seleksi Kesehatan CPNS Calon Praja IPDN NTB itu dibentuk oleh Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB setelah rumah sakit Pemerintah Provinsi NTB itu ditunjuk untuk menggelar tes kesehatan calon praja.
Fikri menyebutkan, juknis itu yakni Surat Edaran Menterim Delam Negeri (Mendagri) Nomor 892.1/3223/8-.1. Tanggal 21 Juni 2013 tentang Petunjuk Teknis Seleksi Penerimaan CPNS Calon Praja IPDN.
Fikri yang menjabat Kepala Bidang Pelayanan di RSUP NTB itu membenarkan bahwa ada calon praja IPDN di NTB yang tidak lulus kesehatan atau dinyatakan tidak memenuhi syarat karena faktor keperawanan.
"Ada yang calon praja TMS (tidak memenuhi syarat) karena masalah keperawanan itu, dan memang diatur dalam juknis yang dipergunakan," ujarnya.
Namun, kata Fikri, pihaknya tidak memublikasikan alasan medis seorangm calon praja yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena hal itu merupakan privasi medis seseorang.
Tim seleksi kesehatan calon praja hanya mengungkapkan hal itu dalam rapat pleno yang juga dihadiri pejabat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB selaku pihak yang bertanggung jawab dalam seleksi calon praja IPDN di wilayah NTB.