Korupsi Dana BOS Kepsek SD Divonis 1 Tahun dan Denda 50 Juta

Korupsi tidak hanya dilakukan dalam jumlah milaran rupiah saja, tetapi juga dalam jumlah jutaan rupiah. Hal ini dilakukan oleh Rosidah, Kepala Sekolah SD di Lampung.
Selaku Kepala Sekolah SD Negeri Curup Guruh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Selatan, Rosida mempunyai wewenang mengelola keuangan SD. Pada Juli 2008 hingga 2010, SD-nya mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kementerian Pendidikan Nasional. Sepanjang kurun waktu itu, SD Curup Guruh mendapat dan BOS Rp 172,2 juta.
Sejatinya, dana itu untuk kegiatan operasional sekolah, seperti operasional siswa, gaji guru honorer, pembelian alat tulis kantor, alat kebersihan, biaya rapat dan sebagainya. Namun dalam kenyataannya, Rosidah menilep dana BOS yang dialokasikan untuk honor guru SD dengan jumlah total sebesar Rp 11,5 juta.
Atas tuduhan jaksa itu, Rosidah membantah semuanya. Menurutnya, dana BOS yang tidak habis akan dikembalikan ke pusat dan telah benar mengeluarkan uang dana BOS. "Saya pernah membuah surat perdamaian 2 kali," ujar Rosidah dalam kesaksiannya seperti tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA).
Atas kasus itu, majelis PN Tanjungkarang mempertimbangkan jumlah kerugian negara tidak terlampau besar dan signifikan serta sudah dikembalikan. Selain itu Rosidah di persidangan bersifat sopan, belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan keluarga dan guru yang telah lama mengabdi kepada negara.
"Menjatuhkan hukuman 1 tahun dan denda Rp 50 juta. Apabila denda tidak dibayar, diganti kurungan 1 bulan. Memerintahkan Rosidah membayar uang pengganti Rp 11,5 juta," putus majelis hakim yang diketuai Gatot Susanto dengan anggota M Ali dan Jaini Basir pada 15 Mei 2013