Soal Tes CPNS Terdapat Kode Watermark Jika Bocor Mudah Dilacak

Pihak panitia maupun percetakan, jangan coba-coba membocorkan soal tes ujian CPNS yang pelaksanaan tesnya digelar 3 November mendatang.  Pasalnya, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) memastikan bisa melacak di titik mana kebocoran soal tes terjadi.
Salah seorang pegawai di Lemsaneg yang mengurusi pengamanan soal tes CPNS, I Made Mustika Kerta Astawa, menjelaskan, pengamanan soal ujian seleksi CPNS 2013 oleh Lemsaneg dilakukan berlapis.
Selain dengan enskripsi, juga ditambahkan dua kode watermark, untuk mengantisipasi apabila terjadi kebocoran soal.
“Kalau terjadi kebocoran soal bisa langsung terlacak, apakah bocor pada saat soal dibuat, saat pengiriman, atau dalam pencetakan,” ujar I Made Mustika Kerta Astawa, dalam keterangan pers yang disampaikan Humas Kemenpan-RB.
Dijelaskan,  saat pembuatan soal tidak ada watermark. Tetapi pada saat proses enskripsi dimasukkan dua kode watermark.
Selanjutnya, setelah dibuka dekripsi master soal ini, kode watermark pertama dihapus, sehingga masih ada satu kode watermak yang ditinggalkan untuk proses pencetakan.
Namun yang mengetahui letak kode tersebut hanya Lembaga Sandi Negara. “Jadi bila terjadi kebocoran dari percetakan, kita bisa langsung mengetahui,” tambahnya meyakinkan.
Dalam beberapa hari ini, Lemsaneg mengirim petugas ke semua provinsi untuk membuka sandi master soal ujian seleksi CPNS 2013 dari pelamar umum.
Sebelumnya, Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, meminta seluruh pemda membentuk tim pengawas yang bertugas mengamankan soal CPNS. Pengamanan tak hanya di percetakan saja, tapi juga sampai ke pos pelaksanaan tes.
Tim pengawas daerah ini, lanjutnya, nantinya juga harus mengawasi di titik-titik distribusi. soal. Sebab dikhawatirkan lembaran soal akan bocor saat keluar dari percetakan hingga ke pos pelaksanaan tes.
Mantan petinggi di Jawa Barat ini mengakui, banyak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) khawatir akan terjadi kebocoran saat distribusi. Walaupun master soal sudah dikunci Lemsaneg dan diserahkan pinnya di percetakan, namun pelung bocor masih terbuka saat distribusi. Misalnya ketika distribusi, beberapa oknum sengaja menjatuhkan atau menyelipkan lembaran soal