Memperbaiki Masalah Jumlah Jam Mengajar (JJM) pada Dapodik 2013

Penyebab adanya guru yang belum mendapatkan SK Tunjangan Profesi atau juga dikenal SK Dirjen adalah karena adanya kesalahan pada aplikasi Dapodik. Instrumen pendataan pada Dapodik yang banyak salah terjadi pada pengisian Jumlah Jam Mengajar (JJM). Instrumen tersebut harus segera diperbaiki dan agar SK Tunjangan Profesi Terbit.
Data yang ditampilkan di website P2TK Dikdas, khususnya data nomor 20 yaitu Total Jam Mengajar sesuai terdapat pada rincian (sub). Pertama adalah JJM yaitu jumlah jam yang operator sekolah masukkan dalam aplikasi pendataan pada bagian pembagian rombongan belajar.
Memperbaiki Masalah Jumlah Jam Mengajar (JJM) pada Dapodik 2013
Kedua adalah JJM pada Kurikulum yaitu jumlah jam mengajar yang dihitung sesuai dengan batasan maksimal kurikulum tersebut. Ketiga adalah JJM linier yaitu jam mengajar yang dibatasi oleh Kurikulum, yang dihitung sesuai dengan kode sertifikasi yang dimilikinya.
Kebanyakan permasalahan terkait jumlah jam mengajar yaitu, saat dicek di P2TK Dikdas, JJM Liniernya 0 (nol). Hal itu bisa terjadi karena guru tersebut di rombongan belajar, mata pelajaran yang diampuhnya tidak sesuai dengan mata pelajaran (kode sertifikasi) yang dimilikinya.
Sealin itu jika jumlah jam mengajar tidak sesuai dengan struktur kurikulum bisa menyebabkan total Jumlah Jam Mengajar (JJM) menjadi tidak valid. 

Untuk memecahkan masalah tersebut JJM, JJM Kurikulum dan JJM Linier, berikut adalah jumlah jam mengajar seharusnya:
1. Kelas 1 JJM 26+4=30 jam, jangan melebihi dari jumlah tersebut
2. Kelas 2 JJM 27+4=31 jam, jangan melebihi dari jumlah tersebut
3. Kelas 3 JJM 28+4=32 jam, jangan melebihi dari jumlah tersebut
4. Kelas 4,5 dan 6 32+4=36 jam, jangan melebihi dari jumlah tersebut

Contoh Pembagian Jam Mengajar Klik Disini