Tegakah Anda Melihat Anak Bangsa Ini Bersekolah di Ruangan Mirip Kandang Ayam

Beginilah Kondisi SDN 1 Filial Girijagabaya yang berada di Kampung Sinarjaya, Desa Girijagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten kondisinya sangat memprihatinkan. Meski bentuk bangunan mirip kandang ayam, namun 27 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut tetap giat melakukan aktivitas belajarnya.
Satu bangunan sekolah itu diisi oleh kelas 1, 2, 3, dan kelas 4. Dindingnya terbuat dari bilik bambu dan atap masih menggunakan daun rumbia, sementara lantai masih beralaskan tanah.
Kondisi tersebut akan semakin parah saat musim hujan karena banyak air yang masuk, baik dari atap maupun dari lantai, sehingga mengakibatkan aktivitas belajar berhenti.
Sekolah tersebut merupakan kelas bayangan dari SDN 1 Girijagabaya yang dibangun dengan swadaya masyarakat sekitar. Pembangunan SD dengan bahan seadanya tersebut dilakukan pada 4 tahun lalu akibat jauhnya sekolah utama SDN 1 Girijagabaya dari permukiman warga kampung Sinarjaya.

Sudah 13 tahun Banten menjadi provinsi sejak berpisah dari Jawa Barat. Sayangnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Ratu Atut Chosiyah masalah kesejahteraan rakyat Banten masih terabaikan. Korupsi merajalela, gizi buruk hingga sekolah mirip kandang ayam masih ditemukan.
Padahal, pada tahun 2013 lalu, APBD Banten mencapai Rp 6,272 triliun, dan Atut mengklaim dia telah menyalurkannya ke berbagai bidang, termasuk bantuan sosial dan hibah ke berbagai organisasi. Tercatat, dana hibah dalam APBD 2013 berjumlah Rp 1,465 triliun yang di dalamnya terdapat dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sedangkan untuk dana bantuan sosial (bansos), APBD Banten 2013 menghabiskan Rp 87,440 miliar.
Ke mana saja hibah dan bansos itu dialirkan, tentu patut menjadi tanda tanya besar jika masih ditemukan rakyat Banten yang kesulitan mendapatkan jaminan kesehatan dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.