20 Persen Saja Dari Dana BOS Untuk Gaji Honorer

Jumlah guru dan tenaga kependidikan yang berstatus honorer di SMP ternyata masih banyak. Hal itu, salah satunya, tecermin dari laporan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2014.
Di sejumlah provinsi, pengeluaran dana BOS untuk gaji guru dan pegawai honorer mendominasi. Misalnya di Jatim, sudah ada 51 SMP yang menyampaikan penggunaan dana BOS.
Hasilnya, penggunaan untuk komponen pembiayaan gaji guru dan tenaga kependidikan honorer pada triwulan I paling besar, yakni Rp 659,3 juta. Angka itu mengalahkan alokasi untuk pengembangan profesi guru yang hanya Rp 116,8 juta atau pengembangan perpustakaan Rp 67,6 juta.
Kondisi serupa terjadi di Jateng. Saat ini sudah ada 21 sekolah yang melaporkan penggunaan dana BOS 2014. Hasilnya, alokasi dana BOS untuk gaji guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp 319,7 juta. Angka tersebut mengalahkan alokasi untuk pengembangan profesi guru Rp 50,5 juta atau perawatan sekolah Rp 131,4 juta.
20 Persen Saja Dari Dana BOS Untuk Gaji Honorer
Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, data yang direkap saat ini masih data sementara. Sebab, masih banyak sekolah yang belum melaporkan penggunaan dana BOS masing-masing.
Dia menuturkan, porsi dana BOS untuk membayar gaji guru dan tenaga kependidikan honorer maksimal hanya 20 persen. Kata dia, sekolah melanggar ketentuan penggunaan dana BOS jika alokasi untuk gaji guru dan tenaga kependidikan honorer lebih dari 20 persen.