Honorer K2 yang Tidak Lulus Akan Diangkat Menjadi PPPK dan Gajinya Ditingkatkan

Honorer kategori dua (K2) yang gagal CPNS tidak perlu bersedih hati. Pemerintah pusat sudah memberikan solusi bagi daerah dalam menuntaskan masalah honorer. Yakni, bagai daerah yang kemampuan anggarannya besar, bisa meneruskan mempekerjakan honorer K2 sembari menunggu terbitnya PP tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hanya saja, pemda wajib menambah jumlah honorarium yang diterima honorernya.

"Honorer K2 yang gagal bisa kok lanjut kerja lagi. Sesuai arahan Pak Menteri, bagi daerah yang kemampuan anggarannya besar, tidak masalah mempekerjakan honorer K2-nya. Jadi tidak perlu di-PHK," kata Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara sdan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Setiawan Wangsaatmaja. Baca penjelasan tentang PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar mengingatkan, agar instansi pemerintah daerah dan pusat tetap menindaklanjuti peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori II yang tidak lulus seleksi.
Honorer K2 yang Tidak Lulus Akan Diangkat Menjadi PPPK dan Gajinya Ditingkatkan
“Honorer Kategori II yang tidak lulus dikembalikan ke daerah masing-masing, sambil menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Kalau masih dipekerjakan, sedapat mungkin honornya  juga ditingkatkan,” ujar Azwar Abubakar ketika menemui demonstran dari Persatuan Guru Honor Indonesia (PGHI), dan honorer tidak diberhentikan gaji honor ditingkatkan.
Sejumlah 250 orang guru honorer kategori II yang datang dengan lima bis dari Kabupaten Bandung, mempertanyakan informasi yang masih simpang siur tentang nasib honorer kategori II yang gagal CPNS. Sedangkan hasil kelulusan yang ditetapkan Panselnas hanya mengacu pada hasil ujian yang telah mereka ikuti pada tanggal 3 November 2013 lalu.
Menteri menambahkan, seleksi terakhir untuk honorer kategori II menjadi CPNS dilakukan hanya sekali ini. Namun pengangkatannya dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran 2013 sampai 2014.