Jika Kinarja Guru Baik Diberikan Tunjangan Kinarja

Kebijakan pemerintah terhadap tunjangan kinerja dosen dan guru menuai kontroversi tersendiri. Ada yang setuju, ada pula yang menolak mentah mentah.

Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengatakan, Kebijakan Pemerintah mengeluarkan Perpres 88/2013 Tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) penuh pro dan kontra.


"Saya kira harus bersikap adil lah, kalau mungkin ada tunjangan kinerja, jika meempunyai kinerja yang positif ya diberi, yang negatif dikurangi," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya pun setuju terhadap pemberian tunjangan kinerja. Istilah dalam ekonomi yakni fee best performance, di mana jika performancenya baik maka dia mendapatkan fee yang baik juga.

"Itu bagus dan sah saja, tapi tolong peraturannya harus jelas dululah," ucapnya.

Di sisi lain, adanya pro dan kontra mengenai tunjangan kinerja tersebut, dirinya tidak bisa mengomentari hal-hal yang belum jelas dan masih absurd seperti itu.

"Artinya, siapapun yang kinerjanya baik, apakah itu guru, dosen, ataukah itu PNS di sebuah kementerian, diberi (tunjangan) semua," ungkapnya.