Beli Buku Kurikulum 2013 Tidak Bebas Harus Sesuai e-Katalog

Pembelian buku Kurikulum 2013 menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah dan Dana Aloksi Khusus harus melalui mekanisme yang telah  ditentukan. Tidak boleh lagi membeli buku secara bebas seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sekolah baik sendiri-sendiri maupun berkelompok membeli langsung buku Kurikulum 2013 ke penyedia yang sudah ditetapkan dalam e-katalog,” kata Hamid Muhammad, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, saat memimpin Sidang Komisi II di Hotel Sahid Jakarta, Kamis siang, 6 Maret 2014. Komisi II membahas pengadaan buku Kurikulum 2013.
Ia berharap sekolah tidak mudah tertipu atau terbujuk oleh penawaran buku dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, meskipun mereka diiming-imingi diskon besar. Hamid mendapat laporan bahwa ada pihak-pihak yang telah turun ke sekolah-sekolah di daerah untuk menawarkan buku dan menjualnya dengan harga dua kali lipat dari harga yang ada di e-katalog.

“Tolong disampaikan, jangan ikuti itu. Bisa jadi buku yang ditawarkan buku lama yang belum direvisi. Karena buku tahun lalu sudah direvisi dan ada beberapa penambahan,” ungkapnya.
Harga buku dalam e-katalog, tambah Hamid, murah. Terlebih penyedianya adalah pihak yang telah mendapatkan izin dari pemerintah.

“Kualitas buku harus betul-betul dijamin. Jangan sampai sekolah-sekolah kita terperangkap dengan tawaran yang begitu menggiurkan,” harapnya.
source : http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/beli-buku-kurikulum-2013-lihat-e-katalog/