Hasil Kelulusan Honorer K2 Akan Direvisi

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar memberikan sinyal adanya revisi pengumuman kelulusan honorer kategori dua (K2).
Peluang muncul dari dua hal. Pertama, jika dalam proses pemberkasan nanti ditemukan honorer K2 bodong maka akan diganti dengan yang asli.

Yang kedua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan ke Azwar agar jumlah honorer K2 yang lulus ditambah lagi, jangan hanya 30 persen dari total honorer K2 yang ikut tes.
"Saya sampaikan bahwa atas permintaan Bapak Presiden, masalah honorer K2 ini jangan dulu dikunci. Jadi nanti akan saya lihat lagi posisinya," kata Azwar saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jakarta.

Hanya saja, dia belum berani memastikan berapa jumlah tambahan yang akan diberikan. Katanya, soal angka masih harus menunggu proses pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP dari honorer K2 yang sudah dinyatakan lulus.

Pasalnya, dari nama-nama yang diusulkan mendapatkan NIP akan bisa diketahui berapa honorer K2 yang asli dan berapa yang dicoret, setelah pemda melakukan verifikasi data.

"Nanti kalau sudah tahu mana yang bodong, kami akan menggantinya dengan honorer K2 asli. Jadi honorer K2 asli yang tidak lulus, jangan sedih dulu. Karena peluang diangkat masih terbuka," ujar menteri asal Aceh itu.

Dia juga memastikan, penambahan honorer K2 yang lulus seperti diminta Presiden, akan diberikan kepada honorer asli, bukan yang bodong.