Ribuan Data Honorer K2 Palsu Telah Diblokir BKN

Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus menerima laporan pengaduan soal keberadaan honorer kategori dua (K2) bodong yang sudah dinyatakan lulus oleh Panselnas.
Terhitung hingga hari ini sudah ribuan pengaduan yang masuk ke BKN. "Sampai hari ini sudah 1000-an laporan pengaduan yang masuk. Rata-rata pengaduannya soal honorer bodong," kata Kepala BKN Eko Sutrisno seperti dilansir JPNN, Rabu (26/3).

Diakui Eko, banyaknya pengaduan ini sedikit membuat BKN kerepotan. Dia tidak menduga begitu pengumuman dilaksanakan, banyak pengaduan masuk.
"Tiap harinya kami tangani banyak pengaduan. Tetapi syukur ICW di daerah banyak membantu," ujarnya.

Hal inilah yang menurut Eko membuat usulan pemberkasan NIP CPNS belum diajukan instansi ke BKN. "Mereka masih menyelesaikan masalah verifikasi dulu, apalagi honorer bodong di masing-masing instansi sangat banyak," tandasnya.

Banyaknya pengaduan yang masuk soal keberadaan honorer kategori dua (K2) bodong, membuat Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengambil tindakan tegas. Seluruh data honorer yang disinyalir palsu, langsung diblokir BKN.

"Pengaduan yang masuk lumayan banyak. Tetapi harus kita cek satu-satu karena kadang datanya kurang lengkap. Tapi lumayan membantu karena begitu ada pengaduan datanya langsung kami kunci," ungkap Kepala BKN Eko Sutrisno.

Pemblokiran dilakukan agar datanya tidak bisa diproses lanjut untuk pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP). Namun Eko belum merasa perlu membentuk tim Quality Assurance (QA) dan Audit Tujuan Tertentu (ATT). Pasalnya, QA dan ATT akan menelan anggaran cukup banyak dan menyita waktu panjang.

"Cukup kita yang tangani. Begitu ada laporan langkah pertamanya blok dulu. Nanti kalau ada klarifikasi dan tanggung jawab mutlak dari PPK baru dibuka blokirnya. Setelah itu proses bisa dilanjutkan lagi," jelasnya.