Sebaiknya Berikan Penjelasan Pada Anak Bukan Perintah

Orangtua berusaha agar anaknya tak mengalami cedera ketika berhubungan dengan hal-hal yang berbahaya. Apakah itu karena menyentuh kompor gas, atau naik ke atap demi mengambil bola yang hilang, atau ketika memegang pisau. Sebenarnya, orangtua bisa membantu anak memahami risiko ini dengan memberikan penjelasan, bukan perintah!

Para peneliti menemukan, ibu cenderung membimbing anaknya dengan mengajaknya berbicara tentang bahaya yang bisa mencederai. Kabar baiknya, anak mendengarkannya. Sekitar 80 persen dari waktu percakapan tersebut membuat anak-anak setuju dengan pendapat ibunya.

"Ketika anak-anak melakukan sesuatu yang tak aman, atau melukai mereka, mudah bagi orangtua untuk mengatakan `Jangan lakukan lagi` atau `Berhati-hatilah`," ujar peneliti yang juga Psikolog di University of Iowa, Jodie Plumert, seperti dilansir LiveScience, melalui liputan6.com Selasa (25/3/2014).

"Tak apa-apa mengatakannya, tapi saya pikir pelajaran nyata di sini adalah orangtua benar-benar menjelaskan kepada anak mereka mengapa sesuatu menjadi tak aman," katanya lagi.

Pada penelitian ini, Plumert dan rekannya Elizabeth O'Neal yang merupakan mahasiswa pascasarjana merekrut 63 ibu dan anak-anaknya yang berusia 8-10 tahun untuk percobaan percakapan keselamatan.

Para peneliti menemukan petunjuk, beberapa anak membutuhkan diskusi. Menurut Plumert, anak-anak dengan riwayat luka yang membutuhkan pengobatan medis kurang mungkin melihat potensi bahaya. Pada anak-anak ini, nasihat ibu dan ayah paling penting dari semuanya. "Ini berarti anak-anak yang lebih besar lebih mungkin mengambil risiko."