Jika Tidak Mengerjakan PR Hukuman Telanjang di Depan Kelas

Wajah sistem pendidikan di Ogan Komering Ulu (OKU) kembali tercoreng. Pasalnya, seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 8 OKU, berinisial Cn menyuruh siswanya Ri dan Ni kelas Vc telanjang di hadapan teman satu kelasnya akibat tidak mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR) beberapa waktu lalu.

Hal ini menjadi perbincangan hangat warga Bumi Sebimbing Sekundang, dikutip melalui tribunnews.com selasa (22/4/14).
Saat Tribun Sumsel meninjau sekolah tersebut untuk mencari informasi kronologis kejadian, aktifitas sekolah berjalan seperti biasa. Namun beberapa pelajar SD tersebut juga ramai membicarakan hal tersebut.

Cn, guru bersangkutan saat ditemui wartawan mengatakan, kejadian tersebut pada, Senin lalu. Saat itu usai upacara dan anak-anak masuk kelas.
"Lalu saya tanya ada PR nak, ada buk kata anak-anak menjawab pertanyaan saya. Namun ada juga yang mengaku tidak buat PR, dan katanya saya salah halaman," ceritanya, yang tidak membuat PR Ni dan Ri
Jika Tidak Mengerjakan PR Hukuman Telanjang di Depan Kelas
Menyadari hal tersebut, seluruh teman sekelasnya, menagih janji guru kelas, yang disepakati bersama yakni telanjang di depan kelas selama 30 menit. Hal ini, dilakukan agar para murid membuat tugas PR.
"Anak dua ini akhirnya membuka sendiri pakainnya. Maklum saja anak ini memang kurang kecerdasannya. Mereka ini memang buka pakaian. Yang tertinggal hanya celana dalam saja. Maksud hukuman ini agar ada efek jera," katanya, peraturan atau saksi itu sudah disepakati bersama guru dan anak-anak sekelas.

Kepala Sekolah Dasar (SD) N 8 OKU, Neti saat dihubungi wartawan terlihat berang. Ia menampakkan mimik muka tidak senang. Ia membenarkan peristiwa tersebut.
"Kami sudah bertemu dengan orangtua kedua murid tersebut. Dan mereka tidak masalah. Peratudan itu diberlakukan untuk menertibkan anak dalam belajar," katanya membuat bulu roma merinding.
Disinggung apakah hukuman itu memang berlaku untuk semua pelajar di SDN 8, Neti menjelaskan hal itu tidak berlaku semua dan itu bukan peraturan sekolah.

"Itu hanya kesalahan oknum guru sekolah saja. Dan yang bersangkutan sudah kami tegur. Peraturan itu tidak berlaku untuk semua murid," katanya kedua anak tersebut memang bandel dan tidak mau buat PR.