Showing posts with label DAK. Show all posts
Showing posts with label DAK. Show all posts

ICW, DAK dan BOS Paling Banyak Dikorupsi Di Bidang Pendidikan

ICW, DAK dan BOS Paling Banyak Dikorupsi Di Bidang Pendidikan
Indonesia Corruption Wacth (ICW) merilis hasil kajian kasus korupsi pendidikan selama satu dasawarsa (2003-2013). Hasilnya menyimpulkan bahwa dana pendidikan masih menjadi sasaran empuk koruptor.
Peneliti Monitoring Pelayanan Publik ICW, Siti Juliantari Rachman mengatakan, dari hasil penelitian itu juga diketahui alokasi anggaran yang kerap digerogoti koruptor mulai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beasiswa, pembangunan dan rehabilitasi sekolah hingga gaji dan honor guru.
Kemudian pengadaan buku, pengadaan sarana prasarana (sarpras) serta operasional perguruan tinggi, operasional di Kemdikbud dan Dinas Pendidikan serta dana lainnya.
"Dana yang bersumber baik dari APBN maupun APBD itu dikorupsi oleh politisi, rektor dan pejabat kampus, kepala sekolah, pejabat dan rekanan pemerintah yang terkait pendidikan," ungkap Tari di Sekretariat ICW, jakarta Selatan, Rabu (28/8).
Hasil tersebut disimpulkan ICW dari penelitian menggunakan metodolgi kuantitatif dalam menghimpun data kasus korupsi yang ditangani penegak hukum selama 10 tahun terakhir. ICW memeroleh data lewat pemantauan kasus korupsi di media massa dan jaringan masyarakat sipil di seluruh Indonesia.
"Hasil pemantauan mengungkap bahwa selama satu dasawarsa terakhir terdapat 296 kasus korupsi pendidikan. Indikasi kerugian negara sebesar Rp 619 miliar dan tersangka sebanyak 479 orang," katanya.
Penelitian itu mengungkap bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan menjadi sasaran empuk koruptor. Padahal DAK ditujukan untuk membangun dan memperbaiki gedung sekolah serta sarpras lain. Peringkat kedua yang paling kerap dikorupsi adalah dana BOS dan pengadaan infrastruktur sekolah/madrasah.
"Jumlah korupsi pengadaan sarpras di perguruan tinggi dan Kemendikbud sedikit. Tapi, ia merugikan negara paling besar di antara institusi lain," pungkasnya.
sumber : http://www.jpnn.com/read/2013/08/28/188192/DAK-dan-BOS-Paling-Banyak-Dikorupsi-

DAK Cair Akhir Agustus 2013

DAK Cair Akhir Agustus 2013
Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jenjang SDN, SMPN dan SMAN/SMKN dipastikan cair akhir Agustus ini atau paling lambat awal September. Jika lebih molor lagi, dikhawatirkan sekolah akan kerepotan. Lantaran menggunakan dan mempertanggungjawabkan DAK sembari dikejar tenggat akhir tahun.
"Didahulukan jenjang dikdas (pendidikan dasar, SD dan SMP). Setelah itu baru SMA/SMK. Akhir Agustus ini pencairan tahap pertama," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nor Ipansyah, Jumat (16/8).
Pencairan DAK dibagi dalam tiga tahap. Besaran tahap pertama 40 persen, tahap kedua dan ketiga 30 persen. Dana yang tersedia, Rp 13 miliar untuk jenjang dikdas, Rp 16 miliar untuk jenjang pendidikan menengah.
Disinggung soal keterlambatan pencairan ini, dijelaskan Ipan, tidak lain karena pihaknya kerepotan mendata mana saja sekolah tingkat menengah yang layak untuk menerima bantuan. Di Banjarmasin, ada 13 SMAN dan lima SMKN.  
"Anda tahu sendiri, SMA/SMK di Banjarmasin jumlahnya tidak banyak, bagus-bagus pula. Kami harus teliti, menghindari prasangka macam-macam. Nanti ada yang bilang sekolah dalam kondisi bagus kok dibantu," ujarnya.  Dana ini ditujukan bagi rehab bangunan sekolah, maupun pengadaan alat praktik baik untuk kelas olahraga atau laboratorium sekolah.
Untuk jenjang pendidikan dasar, jumlah penerima bantuan ada 50 sekolah. Dibanding jenjang menengah, menurut Ipan, dari segi kebutuhan untuk bantuan rehab dan pengadaan peralatan, mereka memang lebih membutuhkan.