Showing posts with label Soal CPNS. Show all posts
Showing posts with label Soal CPNS. Show all posts

Kunci Jawaban Tes CPNS Diserahkan, Pemeriksaan Dilakukan di Pusat

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birorkasi (WamenPAN-RB) Eko Prasojo mengatakan, tahapan seleksi CPNS dengan sistem lembar jawab komputer (LJK) mulai dari penyusunan soal, pelaksanaan ujian, sampai scanning LJK telah berjalan dengan baik. Meski diakui ada sedikit kendala seperti kapasitas orang, energi, dan dana yang sangat terbatas.
Tempat yang terbatas dan jalan yang sempit ke lokasi pengolahan LJK di Pusdiklat Sekretariat Negara sempat membuat panitia daerah harus mengantri untuk melakukan verifikasi berkas LJK.
“Sekarang sudah cooling down, keadaan sudah bisa diatasi. Tim hanya perlu bersabar,” ujar Eko di sela-sela acara serah terima kunci jawaban LJK, untuk tenaga honorer kategori dua (K2)dan pelamar umum.
Kunci jawaban soal tes CPNS untuk tenaga honorer K2 dan pelamar umum, diserahkan Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada WamenPANRB dan dalam kondisi masih tersegel. “Kunci jawaban ini  akan dibuka di tempat pengolahan LJK di Pusdiklat Setneg,” ujar Eko Prasojo.
Dia juga mengapresiasi Kemendikbud yang sudah berkoordinasi dengan konsorsium dan Panselnas di tengah kondisi serba terbatas.
“Saya tetap memantau melalui grup BBM tim Panselnas, yang kadangkala harus memberikan keputusan dengan cepat,” imbuhnya.
Dia yakin kondisi seperti ini tidak lagi terjadi tahun depan jika seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Pengumuman Hasil Tes CPNS 2013

Pemerintah secara resmi telah menetapkan nilai ambang batas atau dengan istilah Passing Grade. Nilai ambang batas ini terbagi atas dua penilaian proses seleksi CPNS 2013 yakni bengan metode CAT dan LJK. Masing-masing metode tersebut memiliki perbedaan nilai ambang batas (Passing Grade) untuk menentukan lulus tidaknya peserta CPNS tersebut berdasarkan nilai ambang batas (Passing Grade).
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menegaskan bahwa peserta ujian yang lolos passing grade belum tentu diterima sebagai CPNS. Sebab nama-nama peserta ujian yang lolos passing grade masih di-ranking lagi sesuai dengan kuota atau formasi yang tersedia.
Misalnya untuk formasi guru di instansi X ada 30 kursi. Sedangkan jumlah peserta yang lolos passing grade ada 200 orang, berarti ada 170 orang peserta ujian tidak lulus sebagai CPNS. Meskipun nilainya di atas passing grade. Sebaliknya jika ada peserta yang mendapatkan nilai di bawah passing grade, dipastikan tidak lulus CPNS.
Pemerintah menetapkan passing grade berbeda untuk ujian CPNS format computer assisted test (CAT) dan format lembar jawaban komputer (LJK). Passing grade untuk ujian CPNS format CAT adalah; tes karakteristik pribadi nilainya 105, tes intelegensia umum (75) dan tes wawasan kebangsaan (70).
Sedangkan passing grade untuk tes CPNS format LJK adalah; tes karakteristik pribadi (108), tes intelegensia umum (70), dan tes wawasan kebangsaan (64). Nilai ambang batas untuk tes CPNS format LJK memang dibuat lebih rendah dibanding tes format CAT. Sebab butir soal ujian tes CPNS format LJK lebih banyak dibandingkan format LJK.
Menteri PAN-RB Azwar Abubakar mengatakan, nilai ambang batas tadi adalah untuk tes kompetensi dasar (TKD). Untuk formasi tertentu, tes CPNS tidak hanya melalui saringan TKD saja. Tetapi juga diterapkan tes kompetensi bidang (TKB). Peserta ujian yang dinyatakan lulus TKD tadi, belum tentu diterima jadi CPNS jika gagal dalam seleksi TKB.
Azwar menegaskan ketentuan passing grade ini harus dicapai untuk masing-masing kelompok soal ujian. "Menghitungnya bukan akumulasi. Tetapi setiap kelompok ujian," katanya. Perlu diketahui untuk kelompok tes karakteristik pribadi (TKB) tidak ada nilai nol (0). Tetapi nilainya berkisar antara 1 - 5. Sedangkan untuk nilai intelegensia umum dan wawasan kebangsaan, jika benar bernilai lima (5) dan salah nol (0).
Sampai berita ini ditulis, proses pemindaian hasil ujian masih berlangsung. Sehingga belum bisa dipastikan jumlah peserta CPNS yang nilainya lolos ketentuan passing grade. Rencanaya panitia seleksi nasional (panselnas) mengumumkan hasil ujian CPNS format LJK pada 4 Desember nanti. Sedangkan untuk format CAT, peserta bisa langsung mengetahui nilainya ketika ujian selesai.

Untuk Pengumuman Hasil Tes CPNS 2013 nantikan Update selanjutnya di posting ini......terima kasih.

Passing Grade Tes CPNS 2013 Untuk LJK dan CAT

Pemerintah telah menetapkan Passing Grade (ambang batas) tes seleksi CPNS 2013 dengan sistem LJK dan CAT. Pemerintah menetapkan nilai ambang batas (passing grade) kelulusan tes kompetensi dasar (TKD) CPNS 2013 untuk pelamar umum. Ketetapan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 35/2013 tentang Nilai Ambang Batas TKD Seleksi CPNS dari Pelamar Umum tahun 2013.  
Menteri PANRB Azwar Abubakar mengungkapkan, nilai ambang batas TKD adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta  ujian seleksi CPNS. “Peserta yang memenuhi nilai ambang batas  TKD dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” ujar Azwar kepada wartawan, di Jakarta, Senin  (04/11).
Dalam Peraturan tersebut dibedakan passing grade antara  peserta tes dengan sistem computer assisted test (CAT) dengan lembar jawab komputer (LJK). Pasalnya, jumlah soal antara keduanya juga berbeda. Untuk CAT, jumlah soalnya 100, terdiri dari 35 soal karakteristik pribad, 30 soal intelegensia umum, dan 35 soal wawasan kebangsaan. Sedangkan tes dengan sistem LJK, jumlah soalnya ada 120, yakni karakteristik pribadi 45 soal, intelegensia umum 35 soal, dan wawasan kebangsaan 40 soal.
Dijelaskan, seperti halnya passing grade tahun lalu, nilai untuk setiap kelompok soal harus terpenuhi, tidak berdasarkan akumulasi nilai.
Passing Grade Tes CPNS 2013 Untuk LJK dan CAT
Untuk peserta TKD dengan sistem CAT nilai karakteristik pribadi minimal harus  mencapai 60% dari nilai maksimal yakni 175, yakni 105. Sedangkan intelegensia umum, nilai minimalnya 75 (50%) dari nilai maksimal, dan wawasan kebangsaan nilai minimalnya 70. Adapun passing grade untuk peserta TKD dengan sistem LJK, nilai karakteristik pribadi minimal 108, intelegensia umum minimal 70, dan wawasan kebangsaan 64.
Dijelaskan juga bahwa penilaian untuk tes karakteristik pribadi (TKP) tidak ada nilai 0 (nol), tetapi kisaran skornya 1 – 5. Sedangkan nilai untuk intelegensia umum dan wawasan kebangsaan, kalau salah 0 (nol) kalau benar nilainya 5 (lima).
Menteri Azwar Abubakar menekankan kepada para pejabat pembina kepegawaian instansi pemerintah penyelenggara seleksi CPNS dapat menentukan kelulusan TKD CPNS di instansi masing-masing sesuai dengan ketentuan Permen PANRB No. 35/2013 ini.
Menurut rencana, Panselnas CPNS 2013 akan mengumumkan hasil TKD bagi yang menggunakan LJK pada tanggal 4 Desember 2013. Sementara yang menggunakan CAT peserta dapat mengetahui hasilnya saat ujian berlangsung, sehingga bisa memperhitungkan sendiri, apakah dia lulus atau tidak.
Ditambahkan, meskipun peserta memenuhi passing grade, bisa saja dia tidak lulus. Sebab dalam satu formasi hanya dibutuhkan 2 orang, tetapi yang memenuhi passing grade ada 10 orang. Tentu yang akan diterima hanya mereka yang nilainya paling tginggi. Ini bisa terjadi terutama  bagi instansi yang tidak melaksanakan tes kompetensi bidang (TKB). 

Berikut Passing Grade Untuk Tes CPNS 2013 Dengan LJK dan CAT:

1. Passing Grade Untuk Instansi Yang Melaksanakan dengan Sistem CAT
  Kriteria nilai ambang batas
nilai ambang batas
1
60 % dari nilai maksimal tes karakteristik pribadi
105
2
50 % dari nilai maksimal tes intelegensia umum
75
3
40 % dari nilai maksimal tes wawasan kebangsaan
70

2. Passing Grade Untuk Instansi Yang Melaksanakan dengan Sistem LJK
  Kriteria nilai ambang batas
nilai ambang batas
1
60 % dari nilai maksimal tes karakteristik pribadi
108
2
50 % dari nilai maksimal tes intelegensia umum
70
3
40 % dari nilai maksimal tes wawasan kebangsaan
64

Demikian informasi tentang Passing Grade Tes CPNS 2013 Untuk LJK dan CAT semoga bermanfaat.  

Soal Tes CPNS Terdapat Kode Watermark Jika Bocor Mudah Dilacak

Pihak panitia maupun percetakan, jangan coba-coba membocorkan soal tes ujian CPNS yang pelaksanaan tesnya digelar 3 November mendatang.  Pasalnya, Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) memastikan bisa melacak di titik mana kebocoran soal tes terjadi.
Salah seorang pegawai di Lemsaneg yang mengurusi pengamanan soal tes CPNS, I Made Mustika Kerta Astawa, menjelaskan, pengamanan soal ujian seleksi CPNS 2013 oleh Lemsaneg dilakukan berlapis.
Selain dengan enskripsi, juga ditambahkan dua kode watermark, untuk mengantisipasi apabila terjadi kebocoran soal.
“Kalau terjadi kebocoran soal bisa langsung terlacak, apakah bocor pada saat soal dibuat, saat pengiriman, atau dalam pencetakan,” ujar I Made Mustika Kerta Astawa, dalam keterangan pers yang disampaikan Humas Kemenpan-RB.
Dijelaskan,  saat pembuatan soal tidak ada watermark. Tetapi pada saat proses enskripsi dimasukkan dua kode watermark.
Selanjutnya, setelah dibuka dekripsi master soal ini, kode watermark pertama dihapus, sehingga masih ada satu kode watermak yang ditinggalkan untuk proses pencetakan.
Namun yang mengetahui letak kode tersebut hanya Lembaga Sandi Negara. “Jadi bila terjadi kebocoran dari percetakan, kita bisa langsung mengetahui,” tambahnya meyakinkan.
Dalam beberapa hari ini, Lemsaneg mengirim petugas ke semua provinsi untuk membuka sandi master soal ujian seleksi CPNS 2013 dari pelamar umum.
Sebelumnya, Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, meminta seluruh pemda membentuk tim pengawas yang bertugas mengamankan soal CPNS. Pengamanan tak hanya di percetakan saja, tapi juga sampai ke pos pelaksanaan tes.
Tim pengawas daerah ini, lanjutnya, nantinya juga harus mengawasi di titik-titik distribusi. soal. Sebab dikhawatirkan lembaran soal akan bocor saat keluar dari percetakan hingga ke pos pelaksanaan tes.
Mantan petinggi di Jawa Barat ini mengakui, banyak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) khawatir akan terjadi kebocoran saat distribusi. Walaupun master soal sudah dikunci Lemsaneg dan diserahkan pinnya di percetakan, namun pelung bocor masih terbuka saat distribusi. Misalnya ketika distribusi, beberapa oknum sengaja menjatuhkan atau menyelipkan lembaran soal

Passing Grade Tes CPNS 2013 Telah Ditetapkan

Passing Grade (Ambang Batas) Tes CPNS 2013 Telah Ditetapkan. Ambang Batas (Passing Grade) ini berbeda dari 2 metode penerimaan CPNS 2013 yakni dengan sistem CAT dan LJK, masing-masing akan berbeda ambang batas atau passing grade yang ditetapkan, berikut penjelasannya. 
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah menetapkan nilai ambang batas (passing grade) tes kompetensi dasar (TKD) CPNS melalui sistem computer assisted test (CAT) sebesar 250 poin.
Sedangkan untuk sistem lembar jawab komputer (LJK) ditetapkan point 242. Jika dibandingkan passing grade CPNS 2012, nilai ambang batas tahun ini lebih rendah sekitar 25 poin.
Kepala Biro SDM dan Umum KemenPAN-RB yang juga Plt Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik Otok Kuswandaru mengatakan, penetapan angka passing grade masing-masing sub tes maupun totalnya berdasarkan pembahasan bersama instansi pengguna (kementerian/lembaga) maupun pemikir (perguruan tinggi negeri). "Ini untuk menjaga transparansi saja."

Dijelaskannya, menetapkan passing grade secara nasional tidak serta merta ditentukan, tapi melihat kecenderungan nilai rata-rata ditambah standar deviasi. "Dari hasil pembahasan instansi pengguna maupun pemikir itu, didapatkan angka tersebut (250 CAT, 242 LJK)," terangnya.
Otok menambahkan, penetapan lulus tidaknya peserta dari passing grade tidak hanya melihat angka total 250 dan 242. Yang paling menentukan adalah nilai dari masing-masing sub tes yaitu tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).
"Jadi tidak ada artinya point 250 maupun 242, kalau hasilnya salah satu dari sub tes itu tidak memenuhi passing grade yang ditetapkan," tegasnya.
Contohnya, nilai totalnya 270 tapi satu dari tiga sub tes itu ada yang pointnya rendah dan tidak sesuai passing grade, otomatis pesertanya dianulir. "Prinsipnya, seluruh sub tes itu nilainya harus sesuai passing grade sub tes," ucapnya.
Ditanya berapa passing grade masing-masing sub tes itu, Otok enggan menjawab dengan alasan masih menunggu diundangkannya PermenPAN-RB tentang Passing Grade.
"SK PermenPAN-RB-nya sudah ditandatangani MenPAN-RB, setelah itu perlu legal formil. Nah sekarang posisinya masih di Kemenhumham untuk pengesahan. Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah bisa kita informasikan ke publik tentang passing grade TWK, TIU, dan TKP."

Tes CPNS Honorer K2 Akan Banyak Soal Jebakan

Pelaksanaan ujian tulis atau tes kompetensi dasar (TKD) rekrutmen CPNS baru semakin dekat. Jadwal resmi yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyebutkan TKD dilaksanakan pada 3 November mendatang. 
Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menuturkan, seluruh peserta ujian CPNS tidak boleh meremehkan soal yang akan diujikan. "Khusus bagi pelamar kelompok tenaga honorer kategori II juga diminta tidak meremehkan," katanya.
Azwar menuturkan, scoring atau penilaian hasil ujian pelamar honorer itu tetap dari soal ujian yang dikerjakan. Bukan dari lama mereka mengabdi sebagai tenaga honorer.
"Kami berupaya benar-benar menyaring tenaga honorer kategori II berdasarkan kualitas kompetensinya," ujar Azwar.

Saat ini Kemen PAN-RB memperkirakan jumlah tenaga honorer kategori II di seluruh instansi mencapai 500 ribu orang lebih. Tetapi untuk tahun ini, kuota pengangkatannya hanya sekitar sepertiganya atau 150 ribu formasi.
Azwar berharap tenaga honorer harus mempersiapkan diri menghadapi ujian sejak dini. Dia mengatakan pengalaman tahun lalu banyak sekali soal-soal ujian yang mengecoh peserta ujian.
Sehingga para peserta ujian TKD mendapatkan nilai di bawah ambang batas atau passing grade kelulusan. Materi ujian tulis TKD yang akan diujikan terdiri dari wawasan kebangsaan, intelegensia umum, dan karakteristik pribadi. "Semua kategori soal ujian itu harus dipelajari," katanya.
Saat ini muncul tudingan bahwa pemerintah sengaja mempersulit pengangkatan tenaga honorer kategori II. Pengangkatan ini berbeda jauh dengan tenaga honorer kategori I yang diangkat langsung menjadi CPNS tanpa tes. Tetapi Azwar menampiknya. Dia menyebut skema pengangkatan honorer kategori II dengan ujian tulis ini sudah seadil-adilnya.
"Siapa yang berhak ya diangkat menjadi CPNS. Tetapi yang tidak, ya tidak diangkat," katanya. Keputusan pengangkatan melalui ujian tulis itu diambil karena jumlah tenaga honorer kategori II sangat banyak.
Kondisi itu terjadi karena instansi selama ini seenaknya merekrut pegawai tanpa melalui prosedur rekrutmen CPNS resmi.

Distribusi Soal Tes CPNS Honorer K2

Pendistribusian soal dan lembar jawab komputer (LJK) untuk tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang bagi tenaga honorer kategori 2 akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperkirakan tiba tanggal 20 Oktober 2013, dan tahap kedua diperkirakan tiba antara tanggal 25 Oktober sampai 1 November 2013.
Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pendistribusian tahap pertama rencananya akan dilakukan mulai tanggal 17 Oktober ke 8  provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Bali, NTT, dan NTB.
Selain itu, soal dan LJK juga akan dikirim ke 8 Kementerian/Lembaga (K/L) yang mengadakan ujian tenaga honorer K-2, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, Kementerian PU, Mahkamah Agung (MA), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Polri. “Pengiriman soal dan LJK ke kementerian/lembaga yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober,” ujar Setiawan saat dalam rakor Mitigasi risiko Seleksi CPNS di BPKP.
Lebih lanjut diungkapkan, pendistribusian soal dan LJK tahap kedua akan dimulai tanggal 23 Oktober 2013 ke 25 provinsi di luar delapan provinsi tahap pertama, dan 24 K/L lain.
Disampaikan, ada empat hal penting dalam pelaksanaan seleksi CPNS ini. Selain jadwal pelaksanaan, distribusi soal tenaga honorer kategori 2, LJK dan enkrip soal pelamar umum juga dinilai penting. “Persiapan dan penggandaan soal pelamar umum, serta pengumpulan atau penyampaian LJK juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan,” imbuhnya.
Dikatakan, master soal pelamar umum yang sudah sudah dienkripsi diserahkan kepada masing-masing instansi penyelenggara di K/L dan pemprov. Penanggungjawab diminta untuk mengisi  format  informasi  terkait  dengan tempat dan tanggal pembukaan atau dekrip master soal. Tempat penggandaan harus dijamin keamanan dan kerahasiaannya, dengan didukung pakta integritas dan berita acara.
Pengumpulan dan penyampaian LJK ke Panselnas harus dalam kondisi tersegel dari masing-masing instansi. “Jika menemukan kecurangan dan kejanggalan, masyarakat maupun tim pengawas dapat melaporkan ke Pusdiklat Sekretariat Negara di jalan Gaharu satu nomor satu Jakarta Selatan,” tegasnya.
sumber : menpan.go.id
url link : http://www.menpan.go.id/berita-terkini/1900-distribusi-soal-tes-honorer-k2-mulai-20-oktober